Angka itu labirin kita sedang puncak-puncaknya. Didalam pikiran itu hanya terbesit ego yang harus dipenuhi. Hanya diri sendiri dan tak pedulikan yang laen. Bahkan orang tua pun tak bisa menghentikan ego yang ada di diri itu. Protectivenya orang tua kita salah artikan. Untuk melawan aruspun tak ada kata jera buat orang yang ada dimasa ini. Dimasa pikiran ini gak bisa yang namanya berpikir realistis.Yang ada hanyalah sifat childish yang harus dipenuhi itu. Disini bisa digambarkan gimana seperti layaknya ikan yang mengalir diarus. Arus yang mengalir deras. Derasnya arus itu bisa menghantarkan kita ke air terjun. Air terjun yang buat kita jatuh terjun bahkan terperangkap pada suatu tempat yang kita sendiri gak akan bisa berbuat apa-apa lagi. Disisi lain ada ikan yang tetap mengikuti arus itu, akan tetapi apabila ada bahaya didepan, ia siap untuk menguatkan siripnya dan menepi agar tak jatuh pada air terjun tersebut. Bersyukurlah kamu semua yang bisa mengendalikan labirin yang menguasai pikiranmu. Yang melewati angka seventeen itu sebagaimana mestinya dan tanpa hambatan dihidupmu.
Kebebasan. Suatu hal yang ingin selalu dipenuhi pada level seventeen tersebut. Kebebasan yang semau gue. Yang gak ada aturan. Yang semuanya bisa dilakuin tanpa pikir panjang kedepannya. Hanya terlintas yang penting hidup ini senang tanpa tau tujuan hidup ini apa. Tapi Tuhan gak bakal biarin suatu umatnya hidup pada level itu saja. Tentu Tuhan akan mengirimkan suatu hal yaitu masalah yang bisa mengantarkan kita yang ada di level seventeen itu menuju ke level berikutnya. Berbagai macam masalah sesuai kemampuan umat yang diberikan-Nya. Bagaimana kita menghadapi masalah tersebut. Akan maju ke level selanjutnya ataukah terjebak pada masalah itu.
Tak lepas dari masalah. Ada suatu titik dimana kita memang butuh peran teman yang sesungguhnya. Teman yang selalu ada. Teman yang tau kebutuhan kita tanpa kita perlu kasih tau mereka. Teman yang berani mengingatkan ketika kita salah. Dan mencari teman seperti kategori itu tak semudah yang dibayangkan. Kadang teman sendiri bisa menjadi lawan buat kita.
Okay. Kita hubungkan pembicaraan awal dari seventeen, kebebasan, dan teman. Suatu kesatuan yang sangat erat. Yang sedikit banyak mempengaruhi untuk kedepannya mau jadi apasih kita kelak? Masa-masa ini sebenernya masa yang berperan penting jadi apa kita besok. Orang yang akan bangga pada masa ini. Apa orang yang akan menyesal dikemudian hari?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar